Pesakit Meninggal kerana Gunting Tertinggal di Perut

  11 Februari 2013
Pasien Meninggal karena Gunting Tertinggal di Perut
NET
ILUSTRASI 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 RIYADH - M Al Qarshi (68) meninggal dunia, setelah ahli bedah di sebuah rumah sakit pemerintah di Arab Saudi, meninggalkan gunting rosak di dalam perutnya.
 
Al Qarshi menjalani operasi di Rumah Sakit Khusus King Abdul Aziz di kota barat Taif, untuk menghilangkan tumor di perut dan ususnya.

Al Qarshi kemudian diopname di rumah sakit selama hampir satu bulan. Selama itu pula, dia merasakan sakit luar biasa di perutnya. Tapi, doktor mengatakan bahawa itu adalah hal normal setelah operasi.

Setelah keluar dari rumah sakit, kondisi Al Qarshi bertambah buruk. Lalu, pihak keluarga membawanya ke King Abdullah Medical City di dekat Kota Makkah.

Di sana, tinjauan rontgen menunjukkan ada gunting bedah rosak di dalam perut Al Qarshidan. Doktor segera melakukan operasi kecemasan, untuk mengambil dua buah gunting di perut Al Qarshi.
"Setelah operasi, Qarshi menderita komplikasi akibat gunting di dalam tubuhnya untuk jangka waktu yang panjang," kata seorang doktor dikutip Harian Sabq, dan disadur Tribunnews.com dari Emirates247.com, Isnin (11/2/2013).

Ahli bedah di Rumah Sakit Khusus King Abdul Aziz kini sedang dalam proses interogasi oleh sebuah panel medis hukum, yang ditetapkan oleh Departmen Kesihatan Arab Saudi. (*)
 
TRIBUNNEWS.COM,

Tertidur Seorang Lelaki Tertinggal dan Terkunci di Dalam Pesawat

 9 Desember 2013
Ilustrasi. | IST
HOUSTON, KOMPAS.com — Tidur ketika menumpang sarana transport awam adalah perkara biasa. Namun, akibat tidur terlalu nyenyak membuat seorang lelaki mendapat masalah.

Tom Wagner menumpang syarikat penerbangan United Express dari Louisiana dan akan menuju California dengan singgah di Houston, Texas.

Wagner mengaku, dalam perjalanan dia tertidur dan ktika terbangun dia berada di kabin pesawat sendirian dengan kondisi gelap gelita.

"Saya berangkat dari Louisiana menuju ke California untuk menjenguk saudara perempuan saya. Ketika saya terbangun, saya terkejut. Saya fikir pesawat sedang singgah di satu tempat dan saya masih di pesawat yang sama," kata Wagner.

Wagner mengatakan, dia ditinggal sendirian di dalam kabin United Express pada Jumaat (6/12/2013) malam. Ternyata, ketika pesawat mendarat, dia masih tertidur dan tak sedar semua penumpang sudah meninggalkan pesawat.

Dia mengira sedang bermimpi sebelum akhirnya dia menelepon kekasihnya untuk menceritakan kondisinya. Ironisnya, sang kekasih mengira Wagner sedang bergurau.

Setelah diyakinkan, kekasih Wagner kemudian menghubungi pengurusan United Express. Dan, setelah sekitar setengah jam terkunci dalam kabin, beberapa petugas datang dan mereka sangat terkejut mendapati seorang penumpang tertinggal di kabin kosong.

United Express sedang menyiasat bagaimana insiden itu boleh terjadi. Ketika tiba di Houston, tak seorang pun yang membangunkan Wagner, termasuk kru dan pilot.

"Mereka kan memeriksa pesawat itu? Lalu siapa yang mengunci pintu?" tanya Wagner.

United Express akhirnya mengakui kesalahannya, meski tak menjelaskan bagaimana kru kabin boleh melewatkan seorang penumpang yang tertidur.

Akibat insiden itu, Wagner ketinggalan pesawat ke California dan United Express membayar kesalahan itu dengan tiket gratis ke California.

United Express tidak mengganti tiket Wagner yang hangus, tetapi mereka menginapkannya di sebuah hotel di Houston dan memberi lelaki itu voucer bernilai 250 dollar AS.
Sumber : Huffington Post
Editor : Ervan Hardoko